January 7, 2007

Updated Spot (1st Edition)

Dikategorikan dalam: Opinion, Good News!
Ditulis oleh: Rizka

Aloha!

Kami bertiga ingin mengucapkan Happy new year 2007.
Semoga di tahun ini…………. bisa terwujud dengan baik. Amin.
(titik-titiknya isi sendiri ya dengan keinginan masing-masing :)
)

————————————————–

Untuk tulisan kali ini, saya ingin meng-update beberapa gambar hidangan pada spot-spot yang udah pernah kita coba di tulisan sebelumnya. Mungkin saya ngga bisa review satu-satu, tapi repeated visits yang kita lakukan di spot-spot ini mengindikasikan bahwa spot ini adalah sekian dari daftar favorit di Bandung. Let’s check it out!

 

- Roemah Kopi

Setelah berkali-kali kesana, saya terlambat sadar buka detail menu…

October 3, 2006

5 Things To Eat Before You Die

Dikategorikan dalam: Opinion
Ditulis oleh: Rizka

 

Jenz from Jenz corner tagged us to mention 5 things to eat before we die. This project was initiated by Melissa from the travelers lunch box. Nice idea! But we guess the list were subjected to our current wants. :)

So, here are the 5 most wanted things before we die (no 1 & 2 are chicca’s ideas, no 3 & 4 are belong to fany, and the rest is rizka’s):

Seafood [1]
Chicca said, “One of two things i really like the most is buka detail menu…

May 25, 2006

Ukuran Sebuah Cita Rasa

Dikategorikan dalam: Opinion
Ditulis oleh: Rizka

Baru-baru ini saya baca artikel Mas Samuel Mulia tentang Haute Cuisine di Kompas edisi Minggu (21/05). Saya belum pernah membayangkan bagaimana cita rasa makanan seperti itu. Tapi saya yakin begitu kita membeli sepiring kue yang disebut Haute Cuisine tadi, kita pasti ter-sugesti untuk bilang “Enak!” (tentunya dengan resah-gelisah memikirkan setengah uang bulanan yang amblas untuk sepiring kue)

Haute Cuisine, kalau kata Kamus Oxford berarti: Cookery of High Standard. Setinggi apa standar memasaknya? Saya juga tidak tahu. Bagi saya yang ngga bisa masak, mungkin Lapis Legit akan saya katakan sebagai Haute Cuisine. Bayangkan, adonan lapis legit yang diiris tipis-tipis dan disusun satu-persatu.
Melihatnya di sebuah demo masak saja, saya sudah gregetan…

Balik lagi ke cita rasa, apakah makanan yang mahal, yang masaknya dengan standar yang tinggi, atau yang sudah punya nama (brand) benar-benar akan terasa enak di lidah?

Kadang saya bingung dengan orang-orang yang rela mengantri panjang demi sebuah penganan yang buka detail menu…

Tata Letak & Isi: Goodeaters
Untuk Tampilan Terbaik Gunakan Mozilla Firefox