Setelah menjajaki banyak kaki lima dan amigosan, akhirnya ada juga kesempatan untuk menaikkan derajat. Kali ini di sekitar dago— di restoran, bar dan bakery nyaris terpencil bertajuk Tizi. Kata orang-orang, tempat ini udah ada lama banget. Bahkan seorang teman saya yang kini berumur 22 tahun mengaku, tizi itu tempat papa dan mamanya pacaran waktu zaman dulu (entah apa pacarannya sebelum nikah atau sesudah nikah).
Walaupun sedikit terpencil, Tizi punya tempat parkir yang lumayan luas. Bangunannya memang terkesan lama dan tidak menarik, tapi saya suka bangunan-bangunan lama, apalagi yang banyak rotten woods-nya.
Begitu masuk ke Tizi, suasananya klop buka detail menu…

Risotto ala Roemah Nenek