August 14, 2008
Ditulis oleh: aRmY
Waktu bulan Februari kemarin saya sempet ngelewatin Jalan Riau pagi-pagi jam 9an. Tepat di depan Kafe Bali, ada banyak banget orang sama karangan bunga besar-besar. Pas saya liat ternyata ada peresmian restoran baru. Dasar Bandung, tempat makan dimana-mana kaya jamur. Paling-paling juga konsepnya sama kaya kafe di depannya tu. Sebelumnya di tempat yang sama, dulu pernah ada restoran sunda. Umurnya gak panjang, dan sekarang udah diganti lagi sama restoran baru. Kira-kira laku nggak ya restoran baru itu??
Ternyata sudah empat bulan restoran itu dibuka, saya melihat restoran itu tidak pernah sepi pengunjung. Dibandingkan dengan restoran di depannya, restoran baru itu tampaknya perlu diperhitungkan juga. Karena setahu saya Kafe Bali selama ini juga penuh pengunjung. Karena rasa penasaran itulah saya jadi pengen mencoba restoran keluarga yang namanya Roemah Keboen.
Pertama saya kesana, saya nggak kebagian tempat. Di parkiran aja udah ditanya: ”Mba udah waiting list??” Hah? Segitunya? Padal saya cuma pengen makan bertiga dan itu pun nggak di jam makan siang. Itu terjadi dua kali. Akhirnya saya mencari hari dan jam yang kira-kira tidak penuh orang. Dan memang akhirnya saya dapat tempat duduk walaupun di beberapa meja, saya melihat tulisan ”RESERVED.”
Sekarang waktunya pesen makanan. Mmmm.. kalo diliat sih emang buka detail menu…
March 25, 2008
Ditulis oleh: aRmY
Wiiiyy… Desain interiornya oke berat! Pertama kali masuk, saya langsung jatuh hati sama desainnya. Emang sih tempatnya sempit. Pas saya dateng sekitar jam 7an (malem) pun masih sepi. Dan ternyata emang ramenya itu mulai jam 10 malem sampe jam 2 pagi. Biarin lah, saya cuma pengen buka detail menu…
February 11, 2008
Ditulis oleh: Nday

Ngga tau kenapa, setiap kali melewati restoran Panyawangan, saya selalu teringat dengan Rizka (weleh, gombal mode: on), soalnya beberapa tahun lalu sempat terbersit buka detail menu…
September 10, 2007
Ditulis oleh: Rizka
Setelah menjajaki banyak kaki lima dan amigosan, akhirnya ada juga kesempatan untuk menaikkan derajat. Kali ini di sekitar dago— di restoran, bar dan bakery nyaris terpencil bertajuk Tizi. Kata orang-orang, tempat ini udah ada lama banget. Bahkan seorang teman saya yang kini berumur 22 tahun mengaku, tizi itu tempat papa dan mamanya pacaran waktu zaman dulu (entah apa pacarannya sebelum nikah atau sesudah nikah).
Walaupun sedikit terpencil, Tizi punya tempat parkir yang lumayan luas. Bangunannya memang terkesan lama dan tidak menarik, tapi saya suka bangunan-bangunan lama, apalagi yang banyak rotten woods-nya.
Begitu masuk ke Tizi, suasananya klop buka detail menu…
June 1, 2007
Ditulis oleh: Rizka
Tahu tempat ini pertama kali, waktu sepupu saya ngerayain sweet 17th nya disini.
Konsep tempatnya oke, makanannya manstap, dan pelayanannya sangat memuaskan. Berikut detilnya:
Garden Café
Mungkin konsep garden disini agak terdistorsi dengan konsep garden yang ada di bayangan kita. Nggak ada taman yang luas atau pohon berry yang siap petik dan makan di tempat. Tapi ada enough compensation-lah dengan adanya kolam ikan memanjang, tanaman merambat, ruangan yang semi terbuka, atau meja piknik-piknikan dari kayu. Intinya cukup memadai untuk terlihat seperti garden.
Recommended Menu
Kalau sepupu saya dan temen-temennya suka buka detail menu…