June 9, 2007

Sumber hidangan; toko roti ala zaman kolonial

Dikategorikan dalam: Cheap! Cheap!, Dessert Etc.
Ditulis oleh: Rizka

“dulu waktu kecil, saya suka diajak ibu saya kesini…,”
itu sebaris kata ibu-ibu paruh baya yang saya inget, waktu saya mampir ke toko roti Sumber Hidangan—toko roti kecil, hampir tidak teridentifikasi oleh mata turis yang memandang dari mobil yang melaju dengan kecepatan 10km/jam di Jalan Braga, dan berdiri sejak 1929.

 

Saya cukup takjub melihat toko roti ini. Bayangkan, toko ini udah ada jauh sebelum saya lahir, bahkan mungkin sebelum orang tua kamu lahir, dan masih bertahan hingga sekarang.  Waktu zaman kolonial, toko roti ini bernama Het Snoephuis, yang artinya The Candy House. Interior di dalamnya juga nggak banyak berubah dari zaman kolonial dulu. Bahkan kamu bisa ngeliat kumpulan foto-foto dan stoples kuno.

 

Roti dan kue-kue yang dijual disini, rata-rata masih pake bahasa belanda. Mungkin kamu bingung dan males kalo harus nanya satu-satu. Tapi kalau kita nanya ke pegawai tokonya, mana yang paling sering dibeli dan paling enak, pasti mereka jawab HAMPIR SEMUA LARIS DAN SEMUANYA ENAK!

Emang bener sih… lagipula disini harganya terjangkau dan masih mempertahankan cara-cara lama, salah duanya: nggak pake pengawet dan rotinya masih dibungkus pake kertas roti (bukan plastik, seperti kebanyakan toko roti sekarang). Jadi kalau mau beli roti dan kue disini, lebih enak langsung dimakan pada hari itu juga.

Waktu itu saya dan sepupu, beli 5 jenis kue/roti: Zwieback, Taai taai pop, Doublet Bokkepootjes, Frou Frou Mocca, sama Roomsoes.

Namanya susah ya? Begini, kalau Zwieback itu sebenernya berasal dari Jerman, yang artinya twice-baked cookie with a crisp of sugar crust. Jadi kue ini tuh kayak roti kering yang dilapis saus campuran vanilla, gula, mentega, kayu manis, pala, dll. terus dipanggang dua kali. Rasanya enak banget, krenyes..krenyes.. manis.

 

Kalau Taai taai pop itu nama lain dari Ginger bread. Biasanya pake bumbu spekuk (speculaas), jadi rasanya mirip-mirip kue verkade. Bentuknya kayak orang-orangan, mirip yang di cerita kue jahe itu lho…

 

Selanjutnya, Bokkepootjes. Mungkin kalo di Indonesia namanya lidah kucing celup cokelat kali ya? Atau semacam lady fingers gitu. Cuman kalo di toko ini, Bokkepootjes-nya dobel, dua Bokkepoot ditempel pake saus kemerahan, ada kayak kelapa kering di dalam adonannya, baru dicelup ke cokelat cair. Ohya,  tekstur kuenya mirip meringue (kue dari putih telur dan gula). Rasanya? Nyaamm… beli satu ons aja bisa abis dalam waktu satu jam.

 

Terus- terus.. Frou frou Mocca. Memang ini kue namanya kayak salah satu jenis anjing, tapi sama sekali nggak berhubungan kok. Sepintas Frou-frou ini kayak kue mocca biasa, tapi tidak sodara-sodara… Jadi Frou-frou ini kayak ada dua biskuit gede, dikasih krim mocca, sama ditaburin limpahan remah-remah manis yang saya tidak tahu namanya apa. This is one of the best-lah… enaaak!!

 

Terakhir, ada namanya Roomsoes. Ini kayak soes biasa sih, tapi enak kok, dan diatasnya ditaburin gula halus. Kalo suka yang asin-asin, bisa nyobain roti yang dalemnya pake krim keju. Bos saya suka banget sama roti ini—dan dialah yang merekomendasikan tempat ini ke saya. Saya lupa namanya apa, yang jelas rotinya memanjang dan harganya 3000  per buah.

 

Kalau mau nyoba yang lain, di toko roti itu ada semacam papan pengumuman yang nyebutin menu-menu unggulan mereka, diantaranya: Krentenbrood (roti kismis), suiker hagelslaag (sejenis sugar sprinkles atau meises gitu), mocca truffel, saucijzenbrood (roll cake isi daging cincang), pasteikorst (sejenis pastry), krentenbollen (roll cake kismis), chocolate rotsjes (kayak kacang di dalam adonan cokelat), vruchten zandtaart (sejenis pai yang isinya buah kering/sukade).

Udah cukup ngiler? Hehehe, mending coba kesana. Berhubung Braga itu cuma jalur satu arah, pas lewatin awal jalan Braga, langsung ambil parkir di arah kanan. Terus susuri aja jalan di bagian kanan. Kalau soal harga, (seperti yang udah saya katakan diatas) relatif murah sih… tergantung apa yang mau dibeli. Sebagai gambaran, 1 pak Zwieback – 2000; 1 buah Taai taai pop 2500; 1 buah Frou frou mocca 2800, 1 Roomsoes 2800, dan 1 ons Bokkepootjes 13000.
 

Jadi, selamat berburu roti di:

//TOKO SUMBER HIDANGAN
Jalan Braga 20 - 22 Bandung
Telp: 022 – 4236638
Buka setiap hari (kecuali hari minggu) 08:30 – 19:00
*ps: disini ada restoran kecil juga, dan mending telepon dulu sebelum dateng.

 

update (tambahan dari ArmY tentang restoran kecil Sumber Hidangan):

 

Kroket ayam: kroket biaya isinya ragout ayam
Saucysrbrood:
Puff pastry isinya daging cincang yang cengkeh sama butternya kerasa banget.
Nesselrode (Rp. 9000)
: Es Krim vanilla, cocktail, taburan kacang sama gula, kismis.
Sumber Hidangan Spesial (Rp. 9000)
: Es krim aneka rasa: Kopi, kopyor, vanilla, frambos. Ditambah cocktail, sama kismis.

Fakta seputar restoran sumber hidangan: jarang anak muda. Heu2. Pengunjungnya banyakan orang tua. Penjaganya Cuma 1 doang, bapak2 berkumis, terus ga usah minta bill bayarnya langsung ke si bapak itu. Kembaliannya langsung dari kantong si bapak ituh. Haha…

10 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://goodeater.blogsome.com/2007/06/09/sumber-hidangan-toko-roti-ala-zaman-kolonial/trackback/

  1. Gravatar Image

    Cleguk…..cleguk,bikin kepingin aja
    *karo ngeces*

    Comment by Ndoro Seten — June 12, 2007 @ 6:23 am

  2. Gravatar Image

    wah kalo di malang ada tuh namanya Toko Oen, depan gramedia sama gereja katedral kalo ga salah, dia udah ada sejak jaman kolonial, tapi di sana ada Es Krim nya juga =)

    Comment by bintangjatuh — June 12, 2007 @ 4:29 pm

  3. Gravatar Image

    wah klo ke bdg jarang bgt ke daerah braga..
    tp ntar liburan kyana patut dicoba deh..
    rotina g kalah ama bread talk yaa..

    Comment by ShOFa — June 13, 2007 @ 1:05 pm

  4. Gravatar Image

    di sumber hidangan ada juga bitterballen dan geng hotsnack lain yang enaaaaakkkk gurrriiihhhh bgt. tp, hiks ternyata dia nyediain juga hot snacks dengan daging babi. kt mbaknya : “gorengnya dpisah ko (antara hotsnack daging ayam/sapi/babi), tapi wajanya yang dipake sama sih..” info aja :) the rest is up to you. eh, tp kl sm kue2 sih kynya ga campur ko, alat2nya beda kan yah?

    Comment by lei — June 25, 2007 @ 9:01 am

  5. Gravatar Image

    kebetulan jatuh ke blog anda, saya orang bandung asli, dan say akenal sekali dengan snoephuis atau sumber hidangan ini, ya begitulah,tempat jalan sore² sama kakek atau orangtua saya. sayang mereka tidak bisa mempertahankan tokonya karena rasa dan klasiknya itu yang bikin kangen. rasanya saya ingin meneruskan. Snoep itu snack, jadi snack house gitu, saya sering beli french brood alias baguette à la française, kebetulan saya tinggall di prancis, tiap tahun saya ke bandung pasti kesana, ah…kenangan masa lalu, Rizka tinggal dimana? salam manis, yanti

    Comment by yanti — October 7, 2007 @ 1:46 pm

  6. Gravatar Image

    Kaastok-nya (nggak tahu deh, nulisnya gimana) enak, lho! Rotinya langsing dan panjang, isinya itu keju.

    Aduh, jadi pengen pulang…

    Comment by Joan — October 11, 2007 @ 12:44 pm

  7. Gravatar Image

    sayang tempatnya jorok.
    lantai ngak pernah dipel cuma disapu doang, cat udah bulukan dan rontok.

    beli makanan disitu ndak tahu kebersihannya kayak bgmna waktu pembuatan makanannya.
    rasanya sich jork bin jiyay.

    Comment by maem — October 23, 2007 @ 3:53 am

  8. Gravatar Image

    wah jadi kenyang ngeliatinnya

    Comment by ozylog — November 10, 2007 @ 1:09 pm

  9. Gravatar Image

    artikelnya bagus.. kebetulan banget aku lg mau bikin thesis tentang win back strategy colonial heritage culiner di bandung dan sumber hidangan jadi salah satu studi kasusnya… boleh gak kontak2 sama penulis untuk jadi respondennya?? makasiyh banyak sebelumnya

    Comment by arief wibowo — February 20, 2008 @ 7:23 am

  10. Gravatar Image

    waah yang ini lebih tua dari Tizi, ada minuman yang istimewa dar soda dan susu, ada juga soda ice cream nama tepatnya lupa hanya rasanya betul2 istimewa,

    tempatnya bukannya kotor hanya kurang terawat dan memang sudah oldies sehingga terkesan kumuh, coba cek toilet cukup bersih kok. Tempat yang istimewa………..

    Comment by budak bandung 80\'s — February 23, 2008 @ 2:00 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: ketik teks yang terdapat di gambar atas.

Tata Letak & Isi: Goodeaters
Untuk Tampilan Terbaik Gunakan Mozilla Firefox