
Di area itu, sepanjang-apa-yang-saya-lihat, terdapat 5 penjual makanan dan minuman. Yakni penjual minuman dingin botolan, penjual tahu gejrot, penjual siomay Hokkie, penjual mie bakso ceker, dan penjual Es Shanghai. Kalau anda melewati jalan tersebut, anda mungkin akan tergiur dengan Es Shangai-nya, berhubung gerobak dan perlengkapannya terlihat paling besar diantara “rekan-rekannya”.
Es Shangai versi penjual ini adalah campuran apel, melon, mangga, strawberry, kelapa muda, rambutan, anggur, es batu, susu kental manis, dan air gula. Anda bisa mendapatkannya dengan harga lima ribu rupiah. Cukup menyegarkan dengan harga yang reasonable.Kemudian jika anda merasa lapar, anda bisa melirik gerobak mie baso ceker. Standar dan sesuai dengan nama makanannya, semangkuk mie, bakso, ceker ayam, dan tentunya kuah, bisa anda dapatkan dengan harga lima ribu rupiah juga. Kalau soal rasa, saya tidak merekomendasikan bakso ini.
Sajian mie bakso mungkin belum “menonjok” perut anda. Saatnya mendatangi gerobak siomay atau penjual tahu gejrot. Waktu itu, teman saya lebih tertarik dengan tahu gejrot. Ia menukarkan tiga ribu rupiah dengan sepiring tahu yang ditaburi bumbu cabai dan berisi saus kecap. Saya mencoba satu. Pedas, manis, dan rasanya ingin tambah lagi…..
Sekedar infromasi saja, sebenarnya saya kurang tahu, apakah penjual-penjual tersebut biasa mangkal di tempat ini atau tidak. Tapi semoga peta kasar ini bisa menggambarkan posisi yang saya maksud. Posisi ditandai lingkaran merah. Tepatnya berada di Jalan Cimandiri.

Selamat mencoba. Ohya, di lain hari ketika saya melewati jalan cimandiri, ada penjual nasi bakar juga disini.

wah enyak tuh..
ditunggu traktirannya =)
Comment by benx — September 1, 2006 @ 12:06 pm
wuih! jadi kangen nasi timbel merah:D
btw klo malaria dan sakit hati, kyknya ga boleh makan nasi timbel merah+ayam gorengnya deh:(( huhuhu…
tapi klo tahu gejrot juga tampaknya hanya diangan-angan hiks hiks hiks…
Comment by spedaman — September 2, 2006 @ 3:17 pm
nasi timbel: mau. siomay? mau. nasi bakar? mau. nasi merah di deket2 situ? mau juga. mie bakso? mau. tahu gejrot? mau. wahhhhh, ini komentar orang yang lagi kelaparan riz.
Comment by fitri mohan — September 5, 2006 @ 12:55 am
saya mau hadiahnya bu Rizka!:D
Comment by spedaman — September 5, 2006 @ 2:38 am
FYI, nasi bakarnya buka mulei jam 11-an siang, dan kalo sore2 biasanya suka udah abis.
.
Harganya (klo ga salah) Rp9000, udah komplet sama ayam goreng, perkedel jagung, tahu goreng, dan lalaban + sambel tentunya. Rasanya lumayan lah.. reasonable utk harga segitu
Klo baca ’spanduk’ di tempat jualannya sih, katanya dia buka cabang juga di deket GOR Saparua. Tapi entahlah, aku blom pernah liat..
Comment by erry — May 16, 2007 @ 5:47 pm